Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan muruid-murid-Ku" (Matius 26:17-25)
Pepatah lama mengatakan: "Di mana ada kemauan, di situ ada jalan."
Hal yang sama berlaku juga dalam dunia rohani. Karena murid-murid bernisiatif untuk melakukan sesuatu bagi Yesus, maka Yesus pun memberikan petunjuk pelaksanaannya. Yesus menyambut baik niat, kerinduan, maksud baik murid-murid-Nya untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Nya. Karena jika Yesus sedia memberikan petunjuk selanjutnya, itu berarti Ia menyambut baik dan menyetujui rencana pelayanan tersebut. Murid-murid tak ingin melakukan kesalahan dalam pelayanan. Karena itu, terlebih dahulu mereka harus bertanya kepada Yesus, pemilik dan obyek pelayanan itu sendiri. Para murid menyadari bahwa, bukannya kehendak mereka yang mendorong kepada sebuah pelayanan, tetapi kehendak Allah sendiri. Maka melayani dalam KEHENDAK Tuhan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Banyak orang ingin, niat, rencana, bersemangat melayani Tuhan, tapi bukan kehendak Tuhan yang menentukan, melainkan kehendak diri mereka sendiri. Mereka menganggap tidak terlalu penting kepada BERTANYA kepada Tuhan. Terlalu berputar dan rumit, jika harus bertanya lagi kepada Tuhan, pikir mereka. Alasan klasik yangt sering mereka ungkapkan yakni "kan Tuhan telah memberikan ide, pikiran dan otak bagi kita untuk berpikir dan memutuskan sesuatu. Bukankah Pikiran kita adalah pikiran Tuhan juga?" Terkadang Tuhan pun diam, tak memberikan respons sedikit pun. Tuhan sengaja membiarkan mereka yang suka berjalan menurut pikiran sendiri. Namun pengalaman berkali-kali membuktikan, sering terjadi kegagalan dalam pelayanan mereka. Pada saat itulah, mereka pun sadar, bahwa telah melakukan kesalahan dalam pelayanan. Itulah kekurangan manusia, termasuk orang-orang yang menyerahkan diri melayani Tuhan full time atau part time. Saat gagal dan semua jalan tertutup barulah mengingat Tuhan. Ternyata dalam pekerjaan Tuhan, bukan hanya niat, kemauan, komitmen, tekad, kehendak, keinginan diri sendiri yang diperlukan, tapi kehendak, keputusan dan pengarahan lanjut dari Tuhan terlebih penting. Jika faktor utama ini diabaikan, sia-sialah upaya yang dilakukan. Ingat, Yesus adalah Kepala Gereja. Yesus adalah Pintu ke domba-domba itu. Yesus adalah Jalan Kehidupan dan seterusnya. Jangan coba-coba menganggap diri kepala Gereja. Sebaiknya setiap orang berkata: "Yesus adalah Kepala Gereja dan saya adalah hamba-Nya." Karena itu, Yesus berkata: "jangan seola-ola kamu mau memerintah atas mereka." Hal yang sangat menarik, ketika murid-murid sepekat BERTANYA kepada Yesus, maka jalan pun terbuka lebar didepan mereka. Ya, Dia membuka jalan. Bukankah Yesus adalah Pintu masuk, Jalan ke domba-domba itu dan Jalan ke sorga? Lihat, kepada murid-murid-Nya, Ia tunjukan tempat yakni di Kota dan di rumah si Anu. Begitu jelas bukan? Selanjutnya apa dan bagaimana harus berbicara dengan si Anu, Yesus pun mengarahkan begini dan begitu. Kita tahu pekerjaan Tuhan itu tak mudah, karena banyak tantangannya. Tapi sebesar apapun kesulitan dalam pelayanan, jika bertanya kepada Tuhan, meminta kehendak Tuhan yang berlaku, maka jalan ke sana pasti dibuat-Nya, pintu pasti dibuka-Nya, bahkan petunjuk selanjutnya akan diberikan-Nya.
Pdt. Daniel Noman, S.Th (elman)

Posting Komentar